Untad Apresiasi Bank Mandiri Pilih Alumni Untad Untuk Perekrutan Calon Pimpinan Daerah Wilayah Sulawesi – Maluku

Bertempat di Ruang Senat Lama Lantai II Untad, Bank Mandiri menggelar Campus Recruitment – Calon Pimpinan Daerah Khusus (CPDK) wilayah Sulawesi – Maluku pada Senin (27/08) Pagi yang dihadiri para alumni Universitas Tadulako dari berbagai Fakultas. CPDK Bank Mandiri merupakan program rekrutmen dan seleksi khusus yang ditujukan kepada kandidat yang berasal dari local people (putra/putri daerah) yang dibina dan dilatih melalui program pengembangan khusus agar memahami standard operation dan business process di unit kerja dan siap menjalankan peran serta tugas pegawai pimpinan di daerah setempat.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Djayani Nurdin,S.E.,M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untad sangat mengapresiasi campus recruitment yang digelar Bank Mandiri dan memilih alumni Universitas Tadulako untuk menempati posisi sebagai calon Pimpinan Bank Mandiri di wilayah Sulawesi dan Maluku. Beliau turut mendorong para alumni Untad yang berasal dari 5 Fakultas (Fakultas Ekonomi, Hukum, Pertanian, Teknik dan FMIPA) yang mengikuti CPDK Sulawesi – Maluku untuk mengeluarkan potensi terbaiknya pada perekrutan kali ini agar dapat terpilih menjadi Pimpinan Bank Mandiri Daerah Khusus Wilayah Sulawesi – Maluku .

 

Pada kesempatan yang sama, Pak Bambang Triatmoko selaku Perwakilan Bank Mandiri menuturkan bahwa perekrutan putra/putri daerah untuk posisi pimpinan Bank Mandiri di daerah Sulawesi & Maluku didasari oleh pengenalan wilayah daerah yang lebih baik jika dibandingkan calon dari luar wilayah daerah tersebut. Sehingga diharapkan putra/putri daerah kedepan dapat memiliki peran dan posisi strategis di Bank Mandiri khususnya diwilayah Sulawesi dan Maluku. Para calon pun akan dinilai kemampuan bahasa inggris nya melalui TOEFL dan berbagai kualifikasi lainnya.

Kualifikasi Umum CPDK Bank Mandiri meliputi ;

  1. Putra/Putri Daerah.
  2. Tidak memiliki hubungan keluarga di Bank Mandiri (nuclear family).
  3. Belum Menikah.
  4. Pendidikan S1.
  5. IPK di atas 3.00.
  6. Penempatan Wilayah Sulawesi dan Maluku.
  7. Maksimal berusia 26 tahun.

Tahapan seleksi dilakukan selama dua hari sejak tanggal 27 – 28 Agustus 2018 yang meliputi Psycometric Test, Medical Test, Profil Screening dan Panel Interview. Peserta yang dinyatakan terpilih nantinya akan dihubungi oleh Pihak Bank Mandiri melalui Email atau Contact Person. Info lebih lanjut dapat dilihat disini. AA

Untad Kembali Terima Mahasiswa Baru Melalui Program ADiK Dari Wilayah 3T

Untuk kesekian kalinya, Universitas Tadulako (Untad)  kembali menerima mahasiswa baru melalui program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) pada Selasa (24/07) siang di Ruang Senat Lantai III Gedung Rektorat Untad. Kedelapan peserta asal Papua, Papua Barat, Sebatik dan Sulawesi Barat diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan,  Prof. Dr. Djayani, M.Si didampingi oleh Kepala Biro BAKP, Rudy Gosal SE,  M.Si, Ketua Panitia PKKMB, Dr. Intam Kurnia M.Si  dan Kamelia Burhan, S.E., MM selaku Kabag Kemahasiswaan BAKP Untad.

Program Beasiswa ADik adalah program pemerintah dimana setiap tahunnya pemerintah memberikan ratusan beasiswa  kepada putra putri asli Papua, Papua barat dan daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) sebagai upaya pemerataan pendidikan dan memberikan kesempatan yang sama kepada putra-putri bangsa yang memiliki keterbatasan akses pendidikan untuk memperoleh pendidikan di perguruan tinggi yang berkualitas. Selain itu program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman mengenai  budaya dan  meningkatkan semangat kebangsaan.

Dalam sambutannya Prof. Djayani mengatakan bahwa Untad menyambut baik kehadiran mahasiswa baru tersebut dan mengharapkan agar mereka memperoleh layanan terbaik selama menempuh pendidikan di Untad. Prof Djayani juga mengharapkan agar kedelapan peserta ADik ini dapat beradaptasi dengan lingkungan serta budaya yang tentunya berbeda dengan daerah asal mereka.

“Semoga adik-adik mahasiswa bisa berinteraksi dan bergaul dengan mahasiswa di sini dengan baik dan saling menghargai, sebaliknya saya juga mengharapkan mahasiswa-mahasiswa Untad  lainnya bisa melakukan hal yang sama kepada teman-teman mereka dari Papua, Papua Barat, Sebatik dan Sulbar sebab persoalan perbedaan budaya biasa menjadi masalah dalam beinteraksi satu dengan lainnya” Ujar Prof Djayani.

Rudy Gosal SE MSi selaku kepala Biro Akademik Untad juga berpesan agar para mahasiswa ADik yang diterima di Untad dapat menyelesaikan pendidikannya tepat waktu dan memiliki tekad yang kuat untuk menjadi pelopor perubahan sekembalinya ke daerah mereka masing-masing.

Berikut Kedelapan Mahasiswa asal daerah 3T yang menerima Beasiswa ADik di Untad ;

  1. Yustinus Nambagani asal Papua, Jurusan Akuntansi, FEKON – Untad.
  2. Fikramsyah Woretma asal Papua Barat, Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, FKIP – Untad.
  3. Meniut Murib asal Papua, Jurusan Hukum, FAHUM – Untad
  4. Supriadi asal Pulau Sebatik- Kalimantan Utara (daerah Perbatasan Indonesia – Malaysia), Jurusan Teknik Informatika – FATEK – Untad
  5. Azriani Aziz asal Pulau Sebatik- Kalimantan Utara (daerah Perbatasan Indonesia – Malaysia), Jurusan Statistik, FMIPA – Untad
  6. Andriani Kareth asal Papua, Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, FATEK – Untad
  7. Devi Arsika Maesyaroh asal Sulbar, Jurusan Akultur – FAPETKAN – Untad
  8. Amnah Athirah Basir asal Sulbar, Jurusan Pendidikan Dokter, FK – Untad. AA

Untad Terima 15 Mahasiswa Baru Melalui Program ADiK & AdeM

Untuk kedua kalinya Universitas Tadulako (Untad)  kembali menerima mahasiswa baru melalui program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADem)  pada tahun akademik 2017/2018. Bertempat di Gedung Rektorat lantai IV, Ke-15 peserta asal Papua dan Papua Barat tersebut diserahkan oleh Dr Ir Muhdin M, Sc mewakili Kemenristekdikti  dan diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik,  Prof Sutarman Yodo SH MH didampingi oleh Kepala Biro BAKP, Rudy Gosal SE,  M.Si dan Dr Darsikin MSi selaku humas SBMPTN/SMMPTN Untad.

Dalam sambutannya Prof Sutarman Yodo SH MH mengatakan bahwa Untad menyambut baik kehadiran mahasiswa baru tersebut dan mengharapkan agar mereka memperoleh layanan terbaik selama menempuh pendidikan di Untad. Prof Sutarman juga mengharapkan agar ke 15 peserta ADik & ADem ini dapat beradaptasi dengan lingkungan serta budaya yang tentunya berbeda dengan daerah asal mereka.

“Semoga adik-adik mahasiswa bisa berinteraksi dan bergaul dengan mahasiswa di sini dengan baik dan saling menghargai, sebaliknya saya juga mengharapkan mahasiswa-mahasiswa Untad  lainnya bisa melakukan hal yang sama kepada teman-teman mereka dari Papua sebab persoalan perbedaan budaya biasa menjadi masalah dalam beinteraksi satu dengan lainnya” terang Prof Sutarman Yodo

Rudy Gosal SE MSi selaku kepala Biro Akademik Untad juga berpesan agar para mahasiswa ADik & ADem yang diterima di Untad dapat menyelesaikan pendidikannya tepat waktu dan memiliki tekad yang kuat untuk menjadi pelopor perubahan sekembalinya ke daerah mereka masing-masing.

Program Beasiswa ADik dan ADem merupakan program pemerintah dimana setiap tahunnya pemerintah memberikan ratusan beasiswa   kepada putra putri asli Papua, Papua barat dan daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal) sebagai upaya pemerataan pendidikan dan memberikan kesempatan yang sama kepada putra-putri bangsa yang memiliki keterbatasan akses pendidikan untuk memperoleh pendidikan di perguruan tinggi yang berkualitas. Selain itu program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman mengenai  budaya dan  meningkatkan semangat kebangsaan.

Ke-15 mahasiswa baru peserta  program ADik & ADem ini nantinya akan menempuh pendidikannya di berbagai jurusan di Untad, diantaranya Farmasi, Perencanaan Wilayah Kota, PGSD, Ekonomi Manajamen dan Pendidikan Biologi.

Penulis : Riska Fitrah Sari/ Humas Untad